Antrean Haji Reguler Kian Panjang 26 Tahun, Berhaji Lebih Cepat Tersedia Melalui Nettour
Antrean ibadah haji kembali menjadi perhatian serius menjelang musim haji tahun 2026 M/1447 H.
Formula baru pembagian kuota haji oleh pemerintah, masa tunggu calon jemaah haji reguler di Indonesia rata-rata mencapai 26,4 tahun.
Kebijakan ini memang menyamakan antrean antarwilayah, namun di sisi lain mempertegas tantangan waktu tunggu (waiting list) yang semakin panjang.
Kondisi ini mendorong minat masyarakat mendaftar haji khusus (haji plus) sebagai jalur percepatan dengan mempertimbangkan faktor usia.
Program haji khusus menjadi solusi paling realistis bagi jemaah yang menargetkan keberangkatan dalam waktu lebih dekat.
Keberangkatan haji yang diselenggarakan PIHK dengan kuota nasional sekitar 8 persen dari total kuota haji Indonesia.
Meski kuotanya terbatas, jumlah pendaftar haji khusus terus meningkat seiring panjangnya antrean haji reguler.
Secara umum, masa tunggu haji khusus (ONH Plus) hanya 5–7 tahun, jauh lebih singkat dibandingkan haji reguler 26,4 tahun.
Dari sisi biaya, haji plus memang memerlukan kesiapan finansial lebih besar.
Berdasarkan data sejumlah PIHK resmi Kementerian Agama RI, estimasi biaya haji khusus saat ini berada pada kisaran:
✔️ USD 17.000 – USD 18.000 per orang untuk kamar ganda
✔️ Paket standar sekitar USD 11.500 – USD 13.000 per orang
Biaya ini dipengaruhi nilai tukar rupiah terhadap kurs dolar AS. Karena itu, calon jemaah disarankan mendaftar haji melalui skema tabungan Rp 2,5 juta.
Termasuk sejumlah faktor global diperkirakan juga mendorong kenaikan biaya haji beberapa tahun ke depan.
Inflasi di Arab Saudi, fluktuasi dolar AS, dan proyek infrastruktur besar dalam kerangka Visi Saudi 2030 menjadi variabel utama yang memengaruhi biaya layanan haji.
Untuk haji khusus, setoran awal umumnya berada di kisaran USD 4.000 dengan total biaya akhir yang dapat mencapai USD 11.000 - USD 15.000.
Meski demikian, semua ini tergantung dengan fasilitas, jenis akomodasi, dan tahun keberangkatan hajinya.
Karena sebagian besar komponen biaya haji khusus menggunakan mata uang dolar AS maka pengelolaan dana menjadi faktor penting.
Di tengah meningkatnya minat haji plus, masyarakat muslim diimbau agar tetap waspada terhadap risiko, terutama terkait visa dan legalitas travel.
Pemerintah Arab Saudi terus memperketat aturan haji, termasuk penerapan sanksi tegas bagi jemaah tanpa visa resmi (tasreh).
Pemilihan travel haji menjadi kunci utama. Jemaah disarankan memilih PIHK resmi berizin dari Kementerian Agama Republik Indonesia.
Selain itu, transparan soal visa, memiliki rekam jejak yang jelas, dan kantor fisik yang dapat diverifikasi.
Kini, proses pendaftaran haji khusus sangat mudah. Jemaah cukup memilih PIHK resmi, salah satunya PT. Nettour Batam atau TravelHaji.Or.Id.
Selanjutnya melakukan setoran awal melalui Bank Penerima Setoran Biaya Perjalanan Ibadah Haji (BPS BPIH).
Setelah itu, jemaah akan memperoleh Nomor Porsi Haji melalui Surat Pendaftaran Pergi Haji (SPPH).
Antrean haji reguler dari tahun ke tahun semakin panjang, memilih program haji khusus adalah solusinya.
TravelHaji.Or.Id sebagai salah satu alternatif tempat mendaftar haji khusus (haji plus) yang lebih mudah, murah, dan amanah.
Tidak khusus masyarakat di Batam, Kepri atau wilayah Jabodetabek saja, jemaah dari seluruh Indonesia bisa memilih TravelHaji.Or.Id sebagai solusinya.
Melalui skema tabungan awal Rp 2,5 juta, calon jemaah sudah memperoleh nomor porsi haji khusus. Kemudian melanjutkan menabung selama 7 tahun sudah bisa berangkat haji plus.
Program ini resmi dan berizin dari Kementerian Agama RI dan TravelHaji.Or.Id sudah berpengalaman puluhan tahun melayani umrah dan haji.
Dengan pengalaman ini memberikan kemudahan, kepastian legalitas, dan rasa aman bagi jemaah dalam perjalanan pergi dan pulang dari Tanah Suci. (himpuh)